JUAL ALAT2 BEHEL

Remehkan Kesehatan Gigi Picu Kencing Manis

 

Jangan sekali-kali meremehkan sakit gigi. Sebab jika dibiarkan, kerusakan gigi yang serius bisa memicu timbulnya penyakit lain. Kencing manis atau Diabetes merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit yang bisa hadir akibat sakit gigi yang ditelantarkan.

Umum diketahui bahwa penderita diabetes rata-rata mempunyai gangguan kesehatan gigi. Hal itu diperkuat dengan studi penelitian di Amerika Serikat (AS) yang menyatakan penderita kerusakan gigi kronis bisa menjadi pengidap penyakit diabetes tipe 2. Ahli diabetes dan gigi di Inggris menyetujui hasil riset itu walau perlu penelitian lebih dalam lagi.

Pada kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan sejenis protein yang disebut cytokines. Cytokines inilah penyebab kerusakan sel pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes.

Penemuan peneliti AS ini diumumkan saat simposium National Institute of Dental and Craniofacial Research di Maryland. Dr. Anthony Iacopino, ahli gigi di Marquette University School of Density, Wisconsin mengatakan bahwa di dalam pankreas, sel yang bertanggung jawab sebagai penghasil insulin dirusak oleh kandungan cytokines yang tinggi. Jika ini terjadi sekali saja, maka seseorang berpeluang menderita diabetes tipe 2, walaupun orang itu sebelumnya dalam keadaan sehat.

Menurut Iacopino, tingginya kandungan kolesterol dari glukosa yang dibutuhkan tubuh merupakan faktor utama pemicu risiko diabetes bagi orang yang mengalami kerusakan gigi. Dan kolesterol rendah dapat menolong orang sehat untuk tidak terserang problem gangguan gigi yang mampu memicu diabetes.

Untuk itu, penderita diabetes sebaiknya mengikuti diet rendah kalori, rajin mengonsumsi obat pengatur hormon insulin dan menjaga kesehatan gigi. Dan alangkah baiknya jika orang sehat juga ikut menjaga kesehatan giginya agar tidak berisiko terkena diabetes.

Radang gusi adalah jenis penyakit gigi yang paling ringan, disebabkan oleh bakteri dalam plak. Penyakit ini masih bisa disembuhkan, tapi jika disepelekan tanpa perawatan lebih lanjut bisa berkembang menjadi penyakit gigi yang parah juga. Plak yang menempel pada rongga antara gusi dan gigi mampu menimpulkan infeksi dan menyebabkan kasus serius. Bahkan pada stadium tertentu, gigi harus dicabut.

Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak mampu meregulasi kandungan glukosa. Artinya, tekanan darah bisa menjadi sangat tinggi. Pengobatan dengan insulin bisa membantu tubuh mengontrol jumlah glukosa pada aliran darah.
Pada diabetes tipe 2, insulin diproduksi sangat sedikit sehingga tidak cukup jumlahnya untuk keperluan tubuh manusia. Biasanya hal ini sangat berpengaruh pada orang berusia di atas 40 tahun. Untuk mengatasinya dibutuhkan diet teratur dan mengonsumsi pil atau suntikan reguler.

Juru bicara British Dental Association (BDA) mengatakan bahwa segala yang terjadi pada tubuh manusia selalu bisa dihubungkan dengan penyakit gangguan gigi. Maka bukan tak mungkin bahwa diabetes hanya salah satu gangguan kesehatan yang ada hubungannya dengan penyakit gigi. Ia juga menyarankan agar setiap orang membiasakan menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi flouride serta mengunjungi dokter gigi secara reguler.

 

INFO DIJUAL DENTAL CHAIR LOKAL KWALITAS, HANYA Rp. 17 juta’an. Ayo mumpung Hari Merdeka

Hub. 087856570858 / 082142831833

Barang bisa dikirim bila biaya sudah ditransfer ke:

BANK JATIM

no Rek. 0322775202

A/N: Sholeh Suprayitno

Ongkos Kirim Wilayah Jatim GRATIS.

Sholeh Suprayitno
DENTAL unit yg pink merk GI 204 spek Full Electrik, conector haighsped 4 hole,conector lowsped 4 hole,3 way syring,lampu dan arm sama dg di gambar,suction,kursi operator,film viewer,motor updown & backrest halus tanpa suara,harga 17-jt plus bekled untuk px anak2 motif tinggal pilih.
Hub. 087856570858
www.indodental.blogspot.com


Read more: http://indodiabetes.com/remehkan-kesehatan-gigi-picu-kencing-manis.html#ixzz1VcJCJo2l

 

 

 

 

 

 

 

 

JANGAN PASANG GIGI / BEHEL SEMBARANGAN

Jangan Pasang Kawat Gigi Sembarangan

Pemasangan bracket pada gigi atau yang lebih dikenal dengan kawat gigi alias behel adalah sebuah cara yang saat ini lazim dipakai untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapih. Tapi tidak banyak orang yang tahu apalagi sadar bahwa penggunaan kawat gigi tidak hanya berhubungan dengan asal gigi rapih (estetika). Lebih dari sekadar rapih, penggunaan kawat gigi juga dimaksudkan untuk memperbaiki posisi gigi dalam fungsi pengunyahan makanan, memperbaiki penampilan wajah dan juga memperbaiki masalah lingual (seperti kesulitan dalam pengucapan huruf ‘s’) karena gigi depan bagian atas tidak mengatup sempurna dengan bagian bawah (bahasa kerennya: open bite). Penggunaan kawat gigi juga berhubungan dengan kesehatan; di mana gigi yang berjejal akan menyulitkan pembersihan plak dan sisa makanan, sehingga meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang dan peradangan gusi.
Tanya: Saya sudah punya kawatnya, apakah saya bisa minta pasang dan kontrol di tempat Anda (Sp.Ort)?
Jawab: Tidak bisa. Pada saat ini ada banyak sekali orang yang menawarkan behel murah. Behel-behel seperti ini sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya. Tidak akan ada seorang pun dokter gigi spesialis orthodonti yang akan membantu memasangkan kawat gigi yang tidak jelas seperti itu.
Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa ukuran kawat gigi. Masing-masing ukuran memiliki kelenturan yang berbeda. Pada proses perawatan orthodonti yang benar, sangat mungkin dokter akan beberapa kali mengganti ukuran kawat gigi pada pasien, disesuaikan dengan proses yang sedang ingin dilakukan oleh si dokter. Artinya, tidak mungkin Anda seenaknya membeli kawat gigi yang tidak jelas ukuran dan fungsinya.
Kawat gigi yang dijual bebas (ada banyak di forum-forum Facebook, Kaskus, dsb) dengan harga bahkan di bawah Rp 1 juta, bahkan beberapa di antaranya diperoleh para penjual tersebut dengan harga modal tidak lebih dari Rp 100.000, yang diperoleh dari China (kata kunci: China. Apa pun bisa mereka bikin tiruannya). Dengan populernya penggunaan behel di kalangan remaja, bisa dibayangkan betapa besarnya peluang bisnis dan keuntungan yang ada di depan mata para penjual tak bertanggungjawab tersebut.
Tanya: Berapa usia minimal untuk bisa pakai kawat gigi?
Jawab: Tidak ada batasan usia minimal juga. Hanya sebaiknya sejak awal dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kelainan bentuk pada rahang (misal rahang bawah lebih maju ketimbang rahang atas), maka perawatan harus dilakukan sedini mungkin. Sedangkan jika masalahnya hanya karena gigi menumpuk/berjejal, perawatan bisa dilakukan setelah semua gigi tetap tumbuh.
sebelum sesudah
Awas Celaka
Secara mekanika, penggunakan kawat gigi pasti akan dapat menggeser susunan gigi yang ada sekarang. Gigi geligi yang ada akan dipaksa mengikuti lengkungan kurva kawat gigi yang tentunya berbentuk ideal. Masalahnya, apakah si pemasang memiliki cukup ilmu terkait (termasuk mekanika) untuk menentukan arah pergeseran yang benar dan pas.
Pada pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh orang yang telah cukup ilmunya, susunan gigi bisa dibuat rapih tidak hanya karena susunannya pada arah bersebelahan, tapi juga tinggi rendahnya gigi yang satu dengan lainnya. Kesalahan arah gerak bracket misalnya bisa saja membuat gigi seri Anda tidak sama tinggi rendah-nya! Sebuah kasus tragis yang pernah dijumpai pada seorang pasien yang ingin pasang ulang kawat gigi adalah kenyataan bahwa ternyata giginya pernah ‘dipaksa’ rata tingginya dengan cara dikikir! Percaya atau tidak, konon dia sebelumnya memasang kawat gigi pada seorang dokter gigi (yang pasti bukan Sp.Ort… karena tidak mungkin hal seperti itu dilakukan oleh orthodontist). Dengan kegilaan semacam itu, sebenarnya lebih meyakinkan kalau dia mengaku bahwa yang pasang adalah ahli gigi di pinggir jalan.
Kembali lagi ke soal perlu tidaknya ada gigi yang dicabut dalam proses perawatan orthodonti. Jika memang dari pemeriksaan visual terlihat tidak ada ruang gerak tersisa untuk merapihkan susunan gigi, memang seorang ahli orthodonti akan melakukan proses ekstraksi (bahasa kerennya untuk pencabutan gigi). Kodratnya, yang akan dicabut adalah gigi geraham kecil yang terdepan.  Hasil akhir yang diharapkan dari perawatan orthodonti tidak hanya asal terlihat rapih, tapi juga gigi berfungsi secara sempurna untuk mengunyah makanan. Jangan lupa, gigi juga harus simetris. Pada prakteknya tidak selalu pula gigi harus dicabut di kedua sisi, kanan dan kiri. Untuk kasus tertentu dengan lengkung gigi asimetris perlu dilakukan pencabutan gigi hanya pada satu sisi. Yang penting hasil akhirnya nanti gigi harus jadi simetris. Kadangkala ada pasien ‘bandel’ yang menolak untuk dicabut giginya, padahal orthodontist menyatakan bahwa ada giginya yang harus dicabut. Untuk yang ‘bandel’ seperti ini ya siap-siap saja giginya ngga akan benar-benar ‘beres’. Kembali ke gambar di atas, pada contoh kasus gigi dalam gambar tersebut sangat mungkin non-orthodontist akan mencabut gigi lain (bukan yang ditunjuk oleh tanda panah merah) untuk mempermudah pekerjaan yang mereka lakukan. Padahal gigi yang mungkin dicabut tersebut adalah gigi seri atau gigi taring!
Kesimpulan
Penggunaan kawat gigi ngga hanya sekedar soal fashion atau gaya-gayaan… Ngga juga sekedar asal rapih. Rapih saja tidak cukup. Gigi harus bisa berfungsi untuk mengunyah dengan sempurna. Gigi atas harus bertemu dan menggigit dengan baik bersama gigi bawah. Kelainan pada gigitan (istilah kerennya maloklusi) bisa diakibatkan karena susunan gigi yang berantakan, atau karena kesalahan bentuk rahang, atau kombinasi keduanya.
Perawatan orthodonti tidak hanya sekedar membuat gigi asal rapih demi estetika, tapi juga harus dapat memperbaiki fungsi kunyah. Perawatan yang dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami ilmu orthodonti dapat memperbaiki kesalahan bentuk/posisi rahang. Perbaikan dari susunan gigi dan rahang juga akan mempengaruhi bentuk wajah secara keseluruhan. Tanpa ilmu yang benar, bisa saja dokter gigi atau tukang gigi malah membuat wajah Anda menjadi aneh! Mereka yang tidak mengerti ilmu orthodonti (atau hanya mengetahui sepotong-sepotong) paling top hanya akan dapat membuat gigi pasien terlihat rapih, tapi belum tentu pas posisinya untuk menggigit antara gigi atas dan gigi bawah. Lebih celaka lagi, bisa membuat wajah pasien berubah ke arah yang tidak diharapkan (kalau ngga mau disebut malah jadi makin jelek..).
Maka dari itu hub. kami yang berpengalaman …085648708616

Kawat Gigi atau Behel | Bikin Bangga Sekaligus Merawat

UNTUK SELALNJUTNYA INFO GIGI / BEHEL DIALIHKAN KE…WWW.INDODENTAL.BLOGSPOT.COM

DEMIKIAN INFONYA, HARAP DIMAKLUMI.

INGIN PASANG BEHEL SEPERTI DIATAS…HUB. 085648708616 / 087856570858
ATAU DATANG KE ALAMAT: JL. GOLF KK.23
PERUM JAPAN RAYA SOOKO
MOJOKERTO
BUKTIKAN KAMI YANG BERKWALITAS.
Tren kawat gigi atau behel mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Benda yang satu ini dikenal sebagai alat perapi gigi yang modern. Di Indonesia, penggunaan kawat gigi baru dimulai pada tahun 80-an dan semakin popular pada awal tahun 2000-an.
Kawat gigi pada mulanya ditemukan pada fosil yang giginya dipasangi kawat. Fungsinya bukan untuk mengatur letak gigi, namun untuk mengikat gigi-gigi yang goyang.
Beberapa tahun lalu, kawat gigi (behel) sempat menjadi tren. Tapi, sampai sekarang justru semakin tren. Pemakai behelpun tak ada batas usianya. Mulai dari wanita hingga pria atau remaja hingga orangtua.
Artinya, mengenakan behel sudah menjadi tren di semua lapisan masayarakat. Baik usia tua, muda, bahkan dikalangan anak-anak. Selain fungsi dari kawat gigi untuk menambah cantik penampilan, justru yang paling utama gunanya untuk menjaga kualitas gigi agar terawat dan tetap sehat.
Ini karena menjaga penampilan gigi semakin diminati. Mempercantik diri atau tampil lebih gaya memang sudah menjadi kebutuhan dalam pergaulan sehari-hari. “Padahal gigiku tak tongos atau boning. Tapi aku putuskan untuk pasang behel biar nambah penampilan serta gigi makin bagus,” ujar Lili Siregar, pengusaha fashion dan aksesori ini.
Bagi Lili, demi penampilannya, ia rela merogoh kocek yang dalam untuk pemasangan gigi behelnya. Untuk mendapatkan kualitas behel yang bagus, Lili rela mengeluarkan uang hampir Rp10 juta. “Memang nggak ada yang murah kok kalau pasang gigi behel. Paling murah Rp2 jutaan. Semakin bagus behelnya semakin mahal harganya. Makanya aku bangga bisa pakai behel,” tambah Lili.
Tak hanya Lili, salah seorang remaja wanita, Siska Saskia Rahmadani juga mengenakan behel demi menambah penampilan giginya. Ia punya alasan menggunakan behel karena bagian gigi atasnya tidak rapi. “Untung ada behel, bisa merapatkan gigi atasku yang kurang rapi. Jadi, sejak pakai behel aku makin gaya,” kata Siska.
Siska sendiri, mengenakan behel yang kualitas standar seharga Rp3 juta. Meski kualitas standar, namun Siswa mengaku bangga pakai behel gigi. “Pakai behel itu bikin kita tambah gaya. Sekarang itu, tren gigi behel. Buktinya, orang dengan gigi rapi aja pakai behel, artis yang udah cantik aja pakai behel. Jadi pakai behel itu salah satu penunjang penampilan,” kata dia.
Memang, kawat gigi atau bahasa kerennya disebut dental braces atau orthodontic braces adalah alat yang digunakan pada bidang kedokteran gigi untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur. Yang bisa diperbaiki oleh kawat gigi adalah susunan gigi yang letaknya tidak pada tempatnya, bertumpuk, ada celah di antara gigi, atau letaknya terlalu maju atau mundur.
Untuk itulah kawat gigi dipasang agar susunan gigi geligi tersebut dapat menjadi lebih rapi dan tidak menimbulkan kelainan.
Untuk memasang kawat gigi, butuh banyak persiapan terlebih dahulu. Sebelum pemasangan, segala macam kerusakan gigi harus dibenahi terlebih dahulu. Gigi berlubang harus ditambal atau dicabut. Setelah itu, harus dibuat cetakan model gigi dari susunan gigi pasien, kemudian melakukan roentgen gigi, kepala, dan wajah pasien.
Untuk tambahan, bahkan sebaiknya wajah juga difoto karena terkadang kawat dapat mengubah bentuk wajah. Ini yang sering dilupakan oleh banyak dokter dan pasiennya. Dari segala persiapan tersebut, semuanya harus dicatat dengan lengkap dan direncanakan sebaik-baiknya, termasuk perkiraan biayanya.
Biaya pemasangan kawat tentulah tidak murah, mulai dari biaya pembelian kawat, biaya kontrol, biaya penggantian kawat, biaya pemeliharaan sesudah kawat dilepas, dan mungkin saja biaya pembelian kawat tidak permanen yang diperlukan setelah kawat permanen dilepas.
Segala macam persiapan sebelum pemasangan kawat gigi tersebut membutuhkan uang yang tidak sedikit. Rata-rata orang membutuhkan biaya sekitar sepuluh juta rupiah untuk pemasangan kawat gigi. Artinya, hanya orang yang berkantong tebal saja yang bisa mengikuti tren behel ini.
Ada beberapa keuntungan mengenakan behel, yaitu gigi rapi sehingga paras menjadi lebih enak dilihat. Gigi rapi bisa menghindari tidak terjangkaunya sela-sela gigi pada saat menyikat gigi, gigi lebih bersih dan bisa merubah rahang yang asimetris akibat kecelakaan.
Setelah behel terpasang, ada perawatan yang per bulannya harus dilakukan oleh pasien. Hal ini dilakukan guna merawat dan menjaga penampilan behel agar senantiasa bekerja aktif. Perawatannya pun tidak murah. Mulai dari Rp75 ribu (harga standar) sampai 500 ribu per satu kali kunjungan.
Faktor terpenting yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk menggunakan behel adalah cara Anda makan. Sebaiknya saat masa perawatan harus menghindari makan yang keras atau makan buah yang digigit langsung oleh gigi.
Uniknya, pemilihan warna dan bahan juga sangat beragam sesuai dengan keinginan Anda. Tetapi tentu saja harga yang dikeluarkan pun relatif lebih mahal dari biasanya. Bagaimana, tertarik ikut tren satu ini? (ila)
—-

JAGA PENAMPILAN DAN KESEHATAN

Kawat gigi (behel) adalah kawat yang dapat meratakan gigi. Behel bukan sekadar aksesori atau pajangan di mulut. Kawat gigi ternyata bisa mencegah berbagai keluhan di area mulut bahkan di organ vital tubuh lainnya akibat susunan gigi yang tidak benar.  Hal ini dikatakan drg Susyanto.
Kata dokter gigi satu ini, dulu mengenakan kawat gigi dianggap aneh dan kuno. Mulai dari rasa tidak nyaman hingga takut diolok-olok teman. Karena itu, kawat gigi yang juga dikenal dengan istilah bracket ini merupakan benda yang sebisa mungkin dihindari oleh orang-orang dengan susunan gigi amburadul.
Namun saat behel mulai buming di Indonesia, banyak remaja-remaja bahkan orang dewasa menggunakan behel, baik wanita ataupun laki-laki. “Banyak orang mengenakan bracket sekadar untuk penampilan. Padahal, bracket tentu saja memiliki fungsi yang lebih esensial, berkaitan dengan kesehatan gigi,” tuturnya.
Menurutnya, fungsi utama bracket adalah memperbaiki susunan gigi dengan cara menarik secara perlahan dan bertahap agar susunan gigi rapi seperti yang diinginkan. Jika susunan gigi sudah benar, orang tersebut lebih mudah mengunyah makanan dan bila diapndang matapun akan lebih indah.
Manfaat dari pemasangan behel, sambungnya, membuat gigi menjadi rapi, sehingga enak dipandang mata danakan terhindar dari masalah pencernaan akibat gigi yang kurang rapi. Membuat senyum terlihat manis dan terlihat cantik. Bisa juga untuk mengikuti trend dan gaya-gayaan serta meningkatkan rasa percaya diri.
Selama pemasangan kawat gigi aktif dan retainer, kata dia, kebersihan dan perilaku makan harus dijaga betul. “Sebaiknya, pemakai menggunakan sikat gigi khusus vertikal dan horizontal yang mampu membersihkan kotoran di sela-sela gigi dan kawat,” kata dokter yang bertugas di RSU Pirngadi Medan ini.
Walau tak ada pantangan, Susiyanto bilang sebaiknya hindari makanan yang manis, lengket, liat, dan bersoda, karena makanan macam itu lebih sulit dibersihkan.
“Makanan padat dan keras kayak apel, sebaiknya dipotong kecil-kecil. Jangan coba-coba melepas atau menyetel kawat gigi yang sudah dipasang,” pungkasnya. (ila)
[ketgambar]BEHEL: Siska Saskia Ramadhani (kiri) dan Lili (atas) menggunakan kawat gigi (behel)[/ketgambar]Editan from:www. harian sumut.com

PASANG BEHEL MURAH…BeRKWALITAS !!

 Disini TEmPaTnya…

 

SEGERA HUB. 085648708616

 

KAMI AKAN BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK ANDA !!

 









Pasang Behel murah……..ya ortho behel
Hub.08564870616
Hanya Rp. 500 Ribu/rahang.
Hub. sekarang biar bisa meciiing…..;-)
Jenis Gambar Kawat Gigi (Behel Gigi) Bracket 
Hanya Rp. 5.000.000.- untuk Rahang Atas dan Rahang Bawah
Biaya kontrol Rp. 100 rbu  tiap 3 minggu sekali.

Jenis Gambar Kawat Gigi (Behel Gigi) Bracket

Jenis-jenis kawat gigi bracket atau behel gigi, serta gambar kawat gigi atau behel gigi. Kawat gigi atau behel gigi adalah jenis orthodonsi dan seorang dokter gigi merekomendasikan Anda dengan kawat gigi sebagai bagian dari pengobatan untuk mengoreksi kelainan gigi dan rahang. Braces adalah perangkat kecil yang dapat muat ke gigi dengan mudah dan ini ditujukan untuk menarik gigi atau rahang menuju arah yang diinginkan, yang berarti mereka dimaksudkan untuk mengoreksi ketidaksempurnaan gigi dan / atau rahang. Ada beberapa gigi kawat gigi dianjurkan dan digunakan untuk memperbaiki gigi dan / atau posisi rahang. 2 jenis kawat gigi populer yang digunakan adalah Damon braces dan kawat gigi keramik.

METAL BRACKET

Metal bracket (stainless steel) adalah tipe bracket yang paling banyak digunakan dan paling murah harganya. Dalam pemakaianya dapat ditambahkan elastik dari karet yang warna dan bentuknya bermacam-macam sehingga cocok bagi mereka yang ingin tampil beda dan atraktif.

Keramik Bracket atau kawat gigi keramik

Ini adalah lebih untuk estetika-pasien sadar, karena ini tidak dapat melihat karena fakta bahwa mereka transparan atau tembus cahaya, dan kompatibel dengan warna alami gigi. Hal ini memberikan pandangan bukan logam saat Anda masih menggunakan kawat gigi. Kawat gigi keramik dirancang begitu dengan teknologi yang mereka tidak berubah warna dengan waktu dan penggunaan juga.

Clear Braces

Ini adalah orang-orang Orthodontic bracket gigi yang terbuat dari safir murni; monocrystalline di alam. Itu berarti ini hampir sama transparan seperti air. Tetapi untuk lengkungan kawat tidak ada yang terlihat atau dapat dideteksi. Invisalign adalah salah satu jenis kawat gigi jelas. Yang kawat gigi yang dipatenkan dan mereka berarti invisble aligners dan tidak memperhatikan sama sekali.

Orthodontic Retainers

Ini adalah Orthodontic peralatan yang terbuat dari plastik dan kawat stainless steel digunakan untuk menyimpan seseorang gigi di tempat setelah kawat gigi dibuang. Para pengikut Orthodontic akan mengadakan gigi dalam posisi yang dicapai dengan blracing. Namun, waktu dari usgae pengikut tergantung pada individu untuk individu dan itu adalah dokter gigi untuk menentukan bahwa, bagaimanapun, biasanya remaja dianjurkan untuk mempertahankan pengikut-pengikut mereka sampai mereka menyeberangi remaja mereka / usia dewasa.
INGAT HANYA KAMI YANG SUDAH BERPENGALAMAN !!
SEGERA HUB KAMI DI.>… 085648708616 / 082142831833
fahmidental
alamt: Jl. Golf Blog  KK  no. 23
PERUM JAPAN RAYA
MOJOKERTO
( depan RS. SAKINAH )
Dapatkan diskon 10 %.
Kami juga melayani JUAL ALAT2 GIGI.
SIAP PESAN ANTAR KETEMPAT
( khusus wil. Mojokerto )

JANGAN PASANG GIGI / BEHEL SEMBARANGAN

Jangan Pasang Kawat Gigi Sembarangan

Pemasangan bracket pada gigi atau yang lebih dikenal dengan kawat gigi alias behel adalah sebuah cara yang saat ini lazim dipakai untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapih. Tapi tidak banyak orang yang tahu apalagi sadar bahwa penggunaan kawat gigi tidak hanya berhubungan dengan asal gigi rapih (estetika). Lebih dari sekadar rapih, penggunaan kawat gigi juga dimaksudkan untuk memperbaiki posisi gigi dalam fungsi pengunyahan makanan, memperbaiki penampilan wajah dan juga memperbaiki masalah lingual (seperti kesulitan dalam pengucapan huruf ‘s’) karena gigi depan bagian atas tidak mengatup sempurna dengan bagian bawah (bahasa kerennya: open bite). Penggunaan kawat gigi juga berhubungan dengan kesehatan; di mana gigi yang berjejal akan menyulitkan pembersihan plak dan sisa makanan, sehingga meningkatkan resiko terjadinya gigi berlubang dan peradangan gusi.
Tanya: Saya sudah punya kawatnya, apakah saya bisa minta pasang dan kontrol di tempat Anda (Sp.Ort)?
Jawab: Tidak bisa. Pada saat ini ada banyak sekali orang yang menawarkan behel murah. Behel-behel seperti ini sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya. Tidak akan ada seorang pun dokter gigi spesialis orthodonti yang akan membantu memasangkan kawat gigi yang tidak jelas seperti itu.
Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa ukuran kawat gigi. Masing-masing ukuran memiliki kelenturan yang berbeda. Pada proses perawatan orthodonti yang benar, sangat mungkin dokter akan beberapa kali mengganti ukuran kawat gigi pada pasien, disesuaikan dengan proses yang sedang ingin dilakukan oleh si dokter. Artinya, tidak mungkin Anda seenaknya membeli kawat gigi yang tidak jelas ukuran dan fungsinya.
Kawat gigi yang dijual bebas (ada banyak di forum-forum Facebook, Kaskus, dsb) dengan harga bahkan di bawah Rp 1 juta, bahkan beberapa di antaranya diperoleh para penjual tersebut dengan harga modal tidak lebih dari Rp 100.000, yang diperoleh dari China (kata kunci: China. Apa pun bisa mereka bikin tiruannya). Dengan populernya penggunaan behel di kalangan remaja, bisa dibayangkan betapa besarnya peluang bisnis dan keuntungan yang ada di depan mata para penjual tak bertanggungjawab tersebut.
Tanya: Berapa usia minimal untuk bisa pakai kawat gigi?
Jawab: Tidak ada batasan usia minimal juga. Hanya sebaiknya sejak awal dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya kelainan bentuk pada rahang (misal rahang bawah lebih maju ketimbang rahang atas), maka perawatan harus dilakukan sedini mungkin. Sedangkan jika masalahnya hanya karena gigi menumpuk/berjejal, perawatan bisa dilakukan setelah semua gigi tetap tumbuh.
sebelum sesudah
Awas Celaka
Secara mekanika, penggunakan kawat gigi pasti akan dapat menggeser susunan gigi yang ada sekarang. Gigi geligi yang ada akan dipaksa mengikuti lengkungan kurva kawat gigi yang tentunya berbentuk ideal. Masalahnya, apakah si pemasang memiliki cukup ilmu terkait (termasuk mekanika) untuk menentukan arah pergeseran yang benar dan pas.
Pada pemasangan kawat gigi yang dilakukan oleh orang yang telah cukup ilmunya, susunan gigi bisa dibuat rapih tidak hanya karena susunannya pada arah bersebelahan, tapi juga tinggi rendahnya gigi yang satu dengan lainnya. Kesalahan arah gerak bracket misalnya bisa saja membuat gigi seri Anda tidak sama tinggi rendah-nya! Sebuah kasus tragis yang pernah dijumpai pada seorang pasien yang ingin pasang ulang kawat gigi adalah kenyataan bahwa ternyata giginya pernah ‘dipaksa’ rata tingginya dengan cara dikikir! Percaya atau tidak, konon dia sebelumnya memasang kawat gigi pada seorang dokter gigi (yang pasti bukan Sp.Ort… karena tidak mungkin hal seperti itu dilakukan oleh orthodontist). Dengan kegilaan semacam itu, sebenarnya lebih meyakinkan kalau dia mengaku bahwa yang pasang adalah ahli gigi di pinggir jalan.
Kembali lagi ke soal perlu tidaknya ada gigi yang dicabut dalam proses perawatan orthodonti. Jika memang dari pemeriksaan visual terlihat tidak ada ruang gerak tersisa untuk merapihkan susunan gigi, memang seorang ahli orthodonti akan melakukan proses ekstraksi (bahasa kerennya untuk pencabutan gigi). Kodratnya, yang akan dicabut adalah gigi geraham kecil yang terdepan.  Hasil akhir yang diharapkan dari perawatan orthodonti tidak hanya asal terlihat rapih, tapi juga gigi berfungsi secara sempurna untuk mengunyah makanan. Jangan lupa, gigi juga harus simetris. Pada prakteknya tidak selalu pula gigi harus dicabut di kedua sisi, kanan dan kiri. Untuk kasus tertentu dengan lengkung gigi asimetris perlu dilakukan pencabutan gigi hanya pada satu sisi. Yang penting hasil akhirnya nanti gigi harus jadi simetris. Kadangkala ada pasien ‘bandel’ yang menolak untuk dicabut giginya, padahal orthodontist menyatakan bahwa ada giginya yang harus dicabut. Untuk yang ‘bandel’ seperti ini ya siap-siap saja giginya ngga akan benar-benar ‘beres’. Kembali ke gambar di atas, pada contoh kasus gigi dalam gambar tersebut sangat mungkin non-orthodontist akan mencabut gigi lain (bukan yang ditunjuk oleh tanda panah merah) untuk mempermudah pekerjaan yang mereka lakukan. Padahal gigi yang mungkin dicabut tersebut adalah gigi seri atau gigi taring!
Kesimpulan
Penggunaan kawat gigi ngga hanya sekedar soal fashion atau gaya-gayaan… Ngga juga sekedar asal rapih. Rapih saja tidak cukup. Gigi harus bisa berfungsi untuk mengunyah dengan sempurna. Gigi atas harus bertemu dan menggigit dengan baik bersama gigi bawah. Kelainan pada gigitan (istilah kerennya maloklusi) bisa diakibatkan karena susunan gigi yang berantakan, atau karena kesalahan bentuk rahang, atau kombinasi keduanya.
Perawatan orthodonti tidak hanya sekedar membuat gigi asal rapih demi estetika, tapi juga harus dapat memperbaiki fungsi kunyah. Perawatan yang dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami ilmu orthodonti dapat memperbaiki kesalahan bentuk/posisi rahang. Perbaikan dari susunan gigi dan rahang juga akan mempengaruhi bentuk wajah secara keseluruhan. Tanpa ilmu yang benar, bisa saja dokter gigi atau tukang gigi malah membuat wajah Anda menjadi aneh! Mereka yang tidak mengerti ilmu orthodonti (atau hanya mengetahui sepotong-sepotong) paling top hanya akan dapat membuat gigi pasien terlihat rapih, tapi belum tentu pas posisinya untuk menggigit antara gigi atas dan gigi bawah. Lebih celaka lagi, bisa membuat wajah pasien berubah ke arah yang tidak diharapkan (kalau ngga mau disebut malah jadi makin jelek..).
Maka dari itu hub. kami yang berpengalaman …085648708616

BEHEL MURAH / BEHEL FASIEN

HUB. 085648708616 HANYA  Rp. 500 Ribu /UnniT

BEHEL LEPASAN

 

INFO SELANJUTNYA DI…WWW.INDODENTAL.BLOGSPOT.COM

 

LIHAT GAMBAR / CONTOH BEHEL DI FACEBOOK…: SHOLEH DENTAL….LALU …KLIK …FOTHO…/….CONTOH BEHE…/…KLIK DI…WWW.FAHMIDENT.BLOGSPOT.COM

HUB. 085648708616